Anak Tukang Becak Asal Madura Berhasil Raih Doktor di ITS



Laila juga memberikan les privat dengan mata pelajaran yang variasi kepada muridnya. Berkat wawasan akademiknya yang luas, perempuan yang juga mengambil Magister di ITS ini sanggup mengajar matematika, fisika, kimia, bahasa Inggris, dan pelajaran umum lainnya. 

Tercatat sejak awal menginjak bangku kuliah di program sarjana, Laila telah melakoni rutinitas ini demi tercukupinya kebutuhan sehari-hari gadis ini.  Gadis kelahiran Pamekasan, 16 Agustus 1992 ini mengikuti prinsip yang diajarkan dalam kitab Alquran.

“Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha dari kaum tersebut,” tutur dia mengutip isi salah satu ayat di Alquran, Jumat (13/9/2019). 

Selain itu, orang tua dan guru sekolah Laila juga rutin memberikan pesan pendidikan dan pekerjaan yang dijalaninya harus jauh lebih tinggi dibanding yang didapatkan kedua orang tuanya.

Buah kerja keras yang dilakoni Laila tidak dapat dipandang sebelah mata. Tercatat, melalui topik disertasinya, ia berhasil menyelesaikan program doktoral dengan IPK 4.0. Sebuah prestasi tersendiri bagi mahasiswi yang rutin meneliti ini. Di samping itu, agar seluruh aktivitasnya yang padat dapat terlakoni semua, ia harus tahan tidur hanya empat jam dalam sehari.

Laila mengaku, dirinya sangat ingin untuk terus berkontribusi bagi ITS selepas kelulusannya. Dirinya merasa berat meninggalkan ITS dan dosen-dosen dan karyawannya yang telah membantu Laila mewujudkan impian. Tidak sedikit pula dosen yang meminta kepada Laila agar tetap bertahan melanjutkan penelitian atau mengajar di ITS. 

“Aku sudah menemukan semacam chemistry (kecocokan, red) di ITS, jadi meskipun banyak tawaran dari luar, saya tetap sangat ingin melanjutkan pengabdian saya di kampus perjuangan ini,” ujar Laila penuh antusias membicarakan peluangnya untuk bekerja di ITS.



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2019-09-13 21:30:43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *