Atlet-Atlet Muda yang Diprediksi Bakal Bersinar pada 2020 (2-Habis)


JawaPos.com-Tiga atlet muda berikut juga sangat mencuri perhatian sepanjang 2019. Mereka membawa kesegaran baru dalam olahraga digeluti. Pada masa depan, mereka bisa saja masuk dalam deretan bintang terbesar.

Fabio Quartararo

Lawan Terberat Marquez

Musim rookie-nya dilewati dengan mengejutkan. Bahkan, bagi Fabio Quartararo sendiri. Rider Petronas Yamaha SRT itu mampu menerobos dominasi pembalap tim pabrikan meski hanya bermodal motor tim satelit yang usianya lebih tua setahun. Meski pada awal tahun potensinya diragukan, rider Prancis tersebut justru mampu meraih status rookie of the year, mengalahkan rekan setimnya yang lebih dijagokan, Franco Morbidelli.

Bermodal prestasi luar biasa itu, musim depan Yamaha akan memasok motor terbaru YZR -M1 berspesifikasi sama dengan yang dipakai rider tim pabrikan Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Dengan modal tersebut, juara bertahan MotoGP Marc Marquez sudah menggadang pembalap 20 tahun itu sebagai rival terberatnya.

Quartararo memang belum sekali pun mendulang kemenangan sepanjang musim 2019. Namun, tujuh podium dan enam pole position yang dia raih sudah cukup untuk membuktikan ketangguhannya. ”Aku harus terus bekerja keras untuk tetap bisa bertarung dengan Marquez,” katanya.

Pembalap Thailand Alexander Albon dari tim Red Bull Racing saat bersiap menjelang kualifikasi GP Amerika Serikat di Circuit of The Americas, 22 November 2019. (Mark Thompson/Getty Images/AFP)

Alexander Albon

Podium Itu Semakin Dekat

Andai saja di lap ke-70 GP Brasil November lalu Lewis Hamilton tidak menyenggol mobilnya, Alexander Albon akan tercatat sebagai pembalap Asia pertama yang mampu berdiri di podium kedua dalam sejarah Formula 1. Cukup setengah musim mengendarai mobil Red Bull tahun ini, pembalap Thailand itu mampu memastikan gelar rookie of the year. Banyak yang meyakini bahwa Albon bakal kian bersinar musim depan seiring dengan kematangan skill dan mental bertarungnya.

Tercatat hanya ada tiga pembalap Asia yang mampu berdiri di podium. Seluruhnya dari Jepang. Yakni, Aguri Suzuki (GP Jepang 1990), Takuma Sato (GP Amerika Serikat 2004), dan Kamui Kobayashi (GP Jepang 2012). Mereka mentok finis di posisi ketiga.

Albon juga semakin matang. Saat bersenggolan dengan Hamilton, tentu saja dia murka. Namun, tidak ada emosi yang meluap-luap. Setelah balapan pun, ketika Hamilton mendatangi untuk meminta maaf, Albon langsung menyalaminya. Bahkan, keduanya tampak berpelukan.

Bintang muda Dallas Mavericks Luka Doncic melakukan pemanasan jelang lawan Philadelphia 76ers, 20 Desember 2019. (David Dow/NBAE via Getty Images/AFP)

Luka Doncic

Setelah ROTY, Kini Kandidat MVP

Bekal tiga tahun malang melintang di EuroLeague dan Liga Basket Spanyol (2015–2018) membuat Luka Doncic benar-benar matang saat datang ke pentas NBA. Musim lalu, di musim perdananya, pemain 20 tahun itu sudah menyabet gelar Rookie of the Year (ROTY). Tahun ini sinarnya dipastikan makin terang.

Dalam dua bulan pertama NBA musim 2019–2020, Doncic sudah mengubah Dallas Mavericks menjadi tim elite. Mereka kini bertengger di peringkat kelima wilayah barat (19-10). Salah satu amunisinya ya Doncic. Raihan individu pemain asal Slovenia tersebut mengagumkan, yakni 29,3 point dan 8,9 assists per game. Raihan itu mengantarnya bercokol di daftar tiga besar pemain paling subur di liga.

Maka, tidak heran jika dia mulai disebut-sebut bakal merasakan NBA All-Star pertamanya. Ada juga yang menyebutnya akan mengantar Mavericks tampil di playoff kali pertama dalam tiga musim terakhir. Yang lebih berani, mulai ada yang menjagokannya untuk merebut MVP NBA 2020.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/nap/c20/cak





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *