Bentuk Mr. P Bengkok, Bahaya atau Tidak?


Disfungsi ereksi merupakan salah satu penyakit yang bikin pria menjadi was-was. (Foto: javier Reyes/Unsplash.com)

Jakarta: Disfungsi ereksi merupakan salah satu penyakit yang bikin pria menjadi was-was. Bagaimana tidak, kondisi ini bisa mengakibatkan hubungan seksual menjadi terganggu.

Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang menyulitkan pria mendapatkan atau mempertahankan ereksi pada penis. Bentuknya beragam. Tapi, yang paling bikin kalangan pria semakin was-was adalah peyronie atau penis bengkok.

Musababnya, penderita peyronie akan mengalami rasa sakit pada bagian penis ketika ereksi. Apalagi ketika melakukan hubungan seksual, rasanya bisa-bisa tak terbayang.

Di samping itu, peyronie seringkali membuat penderitanya menjadi minder. Sebab peyronie mengakibat perubahan bentuk penis menjadi tidak normal.

Melansir Mayo Clinic, penyebab penyakit peyronie sebetulnya masih abu-abu. Namun beberapa studi beranggapan kondisi ini terjadi karena traumatis penis setelah cedera akibat tertekuk atau terkena hantaman.


(Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang menyulitkan pria mendapatkan atau mempertahankan ereksi pada penis. Bentuknya beragam. Tapi, yang paling bikin kalangan pria semakin was-was adalah peyronie atau penis bengkok. Foto: Jeremy Perkins/Unsplash.com)

(Baca juga: 8 Hal yang Perlu Diketahui tentang Organ Vital Pria)

Meski begitu National Kidney and Urologic Diseases Clearinghouse (NKUDC) menyebutkan peyronie bukan terjadi karena trauma pada penis. Melainkan karena rusaknya jaringan ikat dupuytren pada tangan pria yang menyebabkan kontraktur otot dan jari-jari tertarik ke arah dalam.

Umumnya, gejala awal peyronie terjadi ketika terbentukan jaringan parut datar atau plak pada sisi atas penis. Plak tersebut juga bisa muncul di sisi bagian samping dan bawah penis.

Jika menyebar, plak ini bisa sangat mengganggu. Selain menyebabkan kelainan bentuk pada penis juga menjadi sangat keras. Jaringan plak yang keras ini yang pada akhirnya menyebabkan penis menjadi bengkok hingga ereksi pria menjadi teramat menyakitkan.

Nah, jika Anda merasa bagian penis mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi dokter kepercayaan Anda. Biasanya dokter akan menentukan apakah penis akan diobati dengan cara Injeksi Hystolyticum (xiafex), pembedahan penis, atau hanya metode pemecahan kolagen melalui jaringan listrik.

Peyronie juga bisa dihindari dengan cara melaksanakan pola hidup yang sehat. Seperti olahraga teratur dan menghindari mengonsumsi rokok, obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol.

<iframe class="embedv" width="620" height="415" src="http://www.metrotvnews.com/embed/8KyOrWxb" allowfullscreen></iframe>



Link sumber berita

Penulis : Dhaifurrakhman Abas

Tanggal posting : 2018-12-28 21:53:35

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *