Bolt Tak Terima Pembelian Baru, Pelanggan Lama Sudah Tak Bisa Top-up


JawaPos.com – Masalah PT Internux (Bolt) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tampaknya belum menemui titik terang. Kini Bolt malah memutuskan untuk sementara ini tidak menerima layanan pembelian baru dari pelanggan, baik isi ulang (top up) maupun paket berlangganan.

Meski demikian, Bolt mengaku akan tetap memberikan layanan terbaik sambil menunggu perseroan mendapatkan arahan dan persetujuan dari Kemenkominfo. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi kepada JawaPos.com, Kamis (22/11).

Dalam keterangannya, Presiden Direktur PT Internux Dicky Moechtar juga menyebut bahwa sebagai penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi di bawah pengaturan dan pengawasan Kemenkominfo, Bolt akan patuh terhadap kebijakan Kemenkominfo sembari tetap mengedapankan layanan optimal bagi pelanggan.

Bolt, Bolt pembelian baru, bolt pelanggan tak bisa top-up
Menkominfo Rudiantara (ketiga kiri) saat menghadiri HUT Indosat ke 51 di Kantor Indosat, Jakarta, Rabu (21/11) malam. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari Kemenkominfo, sehingga PT Internux dapat mengambil bagian dalam pembangunan ekosistem telekomunikasi di Indonesia hingga saat ini,” ujarnya.

Dicky menjelaskan, perseroan merupakan salah satu pemenang lelang broadband wireless access (BWA) untuk spektrum pita frekuensi 2.3 GHz dengan lebar pita 15 MHz pada Zona 4 (Jabodetabek dan Banten). Perseroan juga mengaku telah sepenuhnya mewujudkan komitmen dalam pembangunan jaringan BWA dan penyediaan layanan sebagaimana tercantum dalam setiap Laporan Kinerja Operasi (LKO) dan evaluasi lima tahunan.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Internux (Bolt) menunggak Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi 2.3 GHz tahun 2016-2017. Selain PT Internux (Bolt), PT First Media Tbk (KBLV) juga mengalami hal sama.

Karena itu Kemenkominfo sempat hendak menjatuhkan sanksi pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR), Senin (19/11) lalu. Namun hingga kini Kemenkominfo tak juga mengambil langkah tersebut. Hal ini dikarenakan perseroan telah mengajukan proposal penyelesaian kepada Kemenkominfo dengan harapan mencapai solusi dan kesepakatan melalui janji melunasi utang.

Sementara itu, hingga kini Kemenkominfo belum mau memberi keterangan lebih lanjut soal nasib PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt). Ditemui saat perayaan HUT Indosat ke 51 di Jakarta, Rabu (21/11) malam, Menkominfo Rudiantara, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Ismail, serta Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ferdinandus Setu, semuanya sepakat bungkam soal kelanjutan nasib kedua perusahaan Lippo Group itu.

(ryn/JPC)





Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2018-11-22 13:10:48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *