BUMN Tak Boleh Alergi dengan Pengusaha Lokal dan UMKM


JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya arahan terbaru untuk meningkatkan potensi pengusaha muda dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Terutama, saat perusahaan BUMN akan menjalankan proses bisnisnya. Keinginan itu disampaikan Presiden Jokowi lewat Pokok-Pokok Arahan Presiden Republik Indonesia Nomor 13/Seskab/DKK/1/2020.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi tegas meminta BUMN untuk berkolaborasi dengan pengusaha muda. Anggota Komisi VI DPR yang juga Ketua HIPMI Jawa Timur, Mufti Anam melihat presiden ingin BUMN menjadi penggerak ekonomi rakyat. ’’Menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif. Tidak besar sendiri,’’ ujarnya, Rabu (12/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika BUMN besar sendiri, justru bisa menutup gerak pengusaha lokal. Apalagi, yang masih skala UMKM. Nah, arahan presiden tersebut bisa menjadi momentum untuk menjalin sinergi antara BUMN dengan pengusaha muda maupun UMKM.

Mumpung arahan itu masih hangat, Mufti mengingatkan agar BUMN menjalankan arahan Presiden Jokowi. Sebagai bagian dari pengusaha muda, Mufti ingat betul jika keinginan presiden sudah beberapa kali disampaikan. ’’Pak Jokowi berulang kali memerintahkan ke BUMN untuk bermitra dengan pengusaha lokal, pengusaha muda, dan UMKM.” ucapnya.

Lebih detil dari arahan Presiden Jokowi, BUMN diberi arahan untuk memberi kesempatan kepada pengusaha-pengusaha muda agar menjadi partner. Menurut Mufti, hal itu penting agar pengusaha lokal bisa naik kelas. Begitu juga yang masih kecil usahanya, supaya menjadi menengah.

’’Yang menengah jadi besar. Jangan semua-semua diambil BUMN,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dia lantas mencontohkan BUMN yang bergerak di pelabuhan. Katanya, ada yang seperti membangun gurita bisnisnya sendiri. Untuk menggambarkan, bahasa yang digunakan Mufti adalah, dari A sampai Z bisnisnya hanya diturunkan pada anak perusahaan, cucu, sampai cicit usaha. Sindirnya, BUMN itu seperti hidup dalam imperium sendiri.

Melalui arahan Presiden Jokowi, praktik seperti itu seharusnya tidak terjadi lagi. Sebab, BUMN mesti memberi ruang kepada para pelaku usaha lokal. Termasuk pengusaha muda dan UMKM. Dia minta BUMN tidak alergi terhadap kritik soal pelibatan UMKM hingga pengusaha muda. ”Pengusaha lokal, pengusaha muda, UMKM itu berbisnis untuk menggerakkan ekonomi keluarga. Kalau semua dikuasai BUMN, mereka makan apa?” katanya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *