Cerita Tya Ariestya Miliki Dua Anak dengan Program Bayi Tabung


JawaPos.com – Artis Tya Ariestya mengaku senang saat ini masyarakat sudah tidak memandang sebelah mata lagi terhadap program bayi tabung untuk memiliki momongan. Sebab, Tya terbukti berhasil memiliki dua putra dari hasil program bayi tabung. Dua putranya adalah Muhammad Kanaka Ratinggang dan Muhammad Kalundra Ratinggang.

Jebolan Gadis Sampul itu pun bercerita tentang proses mengikuti program bayi tabung Morula IVF dari mulai anak pertama dan anak kedua. Pertama, Tya mencobanya pada 2015 bersama suaminya, Muhammad Irfan Ratinggang. Sekali mencoba, Tya langsung hamil.

“Saya itu sudah melakukan program bayi tabung 3 kali. Pertama pada 2015 langsung hamil dan lahirlah putra pertama saya pada 2016,” kata Tya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/10).

Pada 2017, Tya memiliki keinginan menambah momongan dan mengulang program bayi tabung kembali. Namun, saat itu masih belum berhasil.

“Saya ikut bayi tabung melalui embrio yang sudah dibekukan. Lalu pada 2018 saya ulang lagi dari awal dan berhasil,” tuturnya.

Akhirnya pada 2019, Tya kembali diberikan momongan juga anak laki-laki. Meski sudah memiliki dua putra, perjuangan Tya sebelumnya tak mudah. Terutama untuk menghadapi berbagai cibiran sosial dan saran orang lain. Banyak orang yang berusaha mendorongnya untuk mencoba berbagai upaya selain bayi tabung.

“Dulu mungkin masih tabu bicara soal bayi tabung di luar sana. Dulu masih banyak pertanyaan. Saya bahkan banyak disuruh minum teh ini, teh itu. Kemudian disuruh kok enggak pijat di sana saja. Cobain ini, cobain itu,” jelasnya.

Meski begitu Tya dan pasangan tetap keukeuh untuk ikut program bayi tabung. Selama orang tuanya mendukung, Tya menjalaninya secara lega.

“Saya orangnya keras dan gigih. Suatu pemahaman dan suami percaya, ayo tetap dijalani. Dukungan orang tua paling penting. Dan sebenarnya program bayi tabung bukan seperti stigma yang orang pikirkan,” tukas pesinetron tersebut.

Awalnya Tya menjalani stimulasi suntik hingga 8 kali suntikan. Ketika sudah diterima dan direspons dengan baik, maka sel telur diambil. Kemudian suaminya pergi ke Men’s Room untuk mengeluarkan sperma. Selesai dioperasi, sperma dipilih dan dipertemukan. Tunggu 3-5 hari hingga tercipta embrio sampai ada pembelahan.

“Lalu embrio itu dimasukkan ke saya pakai selang kecil. Saya pulang, lanjut kerja juga boleh. Selama 2 minggu kemudian saya cek darah biar tahu hamil apa enggak. Sekitar 1 bulan prosesnya, menunggu hasilnya. Enjoy dan suami bahagia kok,” jelas Tya seraya tertawa.

Kini, Tya justru banyak menjadi inspirasi bagi teman-temannya dan para orang tua yang masih menunggu kehadiran buah hati. Tya memberikan saran kepada masyarakat yang ingin mengikuti program bayi tabung untuk mempertimbangkan usia.

“Saya sangat senang sekarang banyak yang minta saran saya. Dulu kan sangat tabu. Menyalahkan salah satu pasangan yang belum bisa memberikan keturunan. Kini, keberhasilan bayi tabung semakin baik dan didukung dengan usia si ibu, akan semakin baik,” katanya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *