Dari PER-SERI-BAYA Menuju PERSE-PAYAH


JawaPos.com– Kemenangan kini menjadi barang langka bagi Persebaya Surabaya. Betapa tidak. Dalam lima laga terakhir, mereka tidak pernah menang. Terbaru, tim berjuluk Green Force tersebut dipaksa menyerah 0-1 oleh Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan.

Dalam lima laga itu, Persebaya dua hasil imbang dan tiga kali kalah. Sebelum ditekuk Persela, Persebaya dibantai Persib Bandung 1-4. Ya, tim ini berubah. Dari Per-Seri-Baya, menuju Perse-Payah.

Sinyal bakal tumbangnya Green Force terbaca sejak menit awal. Persela tampil lebih agresif. Statistik menunjukkan, Persebaya hanya melepaskan empat tembakan sepanjang laga. Bandingkan dengan Persela yang mampu melepaskan 13 tembakan. Puncaknya, Malik Risaldi mencetak gol kemenangan Persela pada menit ke-63.

Soal performa buruk, pelatih Persebaya Wolfgang Pikal punya alasan. Pertama, dia mengeluhkan cuaca yang panas. Kedua, lagi-lagi soal banyaknya pemain pilar yang absen. Total enam pemain kunci harus menepi. ’’Jadi, kami sulit kembangkan permainan. Energi pemain juga kurang, jadi sering kalah duel,’’ kilah pelatih berdarah Austria itu.

Soal kalah stamina, Pikal menyalahkan waktu recovery yang mepet. Memang, Green Force hanya punya waktu empat hari untuk persiapan kontra Persela. Selain itu, beberapa pemain belum fit. Irfan Jaya dan Ruben Sanadi dipaksakan tampil. ’’Saya hormat kepada Irfan dan Ruben. Mereka tetap mau turun meski tidak dalam kondisi 100 persen,’’ terang pengganti Djadjang Nurdjaman tersebut.

Selain soal teknis, Pikal menganggap wasit Asep Yandis berat sebelah. Keputusan wasit asal Jawa Barat itu dirasa sering menguntungkan kubu tuan rumah. ’’Saya lihat ada 4–5 kali keputusan aneh dari wasit,’’ kata Pikal. Kapten Persebaya Ruben Sanadi sepakat dengan Pikal. ’’Jujur saya kecewa sama (kepemimpinan) wasit. Saya rasa kami dirugikan,’’ ujar pemain 32 tahun itu.

Wasit Asep Yandis memang cukup tegas. Bahkan, dia mengeluarkan empat kartu kuning bagi pemain Persebaya. Yakni, Abu Rizal, Hansamu Yama, M. Hidayat, dan Aryn Williams.

Dampaknya, Persebaya harus kehilangan Abu Rizal karena akumulasi kartu saat bersua PSS Sleman (29/10). Artinya, Persebaya kembali bermain dengan skuad yang tidak komplet. ’’Kami akan maksimalkan pemain dan mengangkat mental mereka,’’ ujar Pikal.

Kondisi sebaliknya dirasakan kubu tuan rumah. Kemenangan itu membuat Persela sementara mentas dari zona merah. Laskar Joko Tingkir berada di tangga ke-16 dengan torehan 23 poin. Pelatih Persela Nil Maizar pun bersyukur atas hasil positif pasukannya. ’’Ini bukan masalah menangnya, tapi perjuangan pemain untuk meraih kemenangan yang luar biasa,’’ kata pelatih 49 tahun itu.

Dia menilai permainan anak asuhnya sangat istimewa. ’’Karena anak-anak berjuang hingga akhir untuk meraih kemenangan,’’ terangnya. Performa pantang menyerah itulah yang diharapkan terus terjaga hingga akhir musim. ’’Kombinasi pemain juga sudah baik,’’ katanya.

Bek Persela Birrul Walidain berharap kemenangan tersebut menjadi titik balik timnya. ’’Kami akan bekerja keras untuk segera bangkit,’’ papar Birrul. Meski tengah menikmati kemenangan, Nil meminta anak asuhnya tidak jemawa. Sebab, posisi mereka belum sepenuhnya aman. ’’Jangan tinggi hati karena kompetisi juga masih panjang,’’ jelas Nil.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *