Dilempar Botol Tak Masalah, Batu Bata Memalukan


JawaPos.com – Paul Munster dua kali dibikin emosi. Pertama, dia marah ketika wasit Yudi Nurcahya menunjuk titik putih pada menit ke-68. Munster berang dan berteriak ke arah wasit. Aksi protes pelatih Bhayangkara FC itu membuat suporter yang ada di tribun barat tersulut. Munster kemudian menjadi sasaran lemparan botol.

”Bahkan, ada yang melempar saya dengan pecahan batu bata. Kalau melempar botol tidak masalah. Tapi, melempar pelatih dengan batu bata itu sangat memalukan,” kecam Munster.

Bhayangkara FC

Mantan pelatih timnas Vanuatu tersebut sempat marah kepada suporter. Dia juga sempat memperlihatkan pecahan batu bata itu ke arah suporter. Tindakan tersebut malah disambut sorakan riuh. Untungnya, Munster bisa menahan diri. Dia kemudian menunjukkan gestur agar suporter tenang. ”Tapi malah tidak digubris. Untung, saya dibantu David da Silva untuk menenangkan suporter,” jelasnya.

Munster tak menampik bahwa dirinya melakukan protes yang sangat berlebihan. Karena itu, dia bisa maklum kalau suporter kesal dengan tindakannya. Hanya, dia mengaku punya alasan mengapa harus melakukan protes. ”Saya sebenarnya tidak terprovokasi. Tapi, gaya saya di pinggir lapangan memang seperti itu, meledak-ledak,” jelasnya.

Penalti yang dieksekusi Makan Konate akhirnya memang gagal berbuah gol. Tapi, Munster tetap saja kecewa dengan keputusan wasit Yudi Nurcahya. Menurut dia, hadiah penalti tersebut tidak layak diberikan kepada Persebaya. ”Sepertinya hal seperti itu (penalti) sering sekali terjadi dan itu selalu berulang-ulang. Saya tidak tahu kenapa seperti itu,” keluhnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »