Gampang Lelah Adalah Kelemahan Utama Ginting Tahun Ini


JawaPos.com–Sepekan menuju kejuaraan dunia, PP PBSI kembali mengumumkan soal target. Tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya. Cukup satu gelar, dari sektor mana saja.

Ganda putra paling berpeluang, sedangkan tunggal putra diharapkan membuat kejutan. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie punya kans yang sama.

Jika dilihat kondisi saat ini, harus diakui bahwa Jojo—sapaan Jonatan—lebih bisa diharapkan. Grafik penampilannya meningkat, sampai bisa menembus peringkat 4 dunia. Sebaliknya, tren Ginting sedang turun. Tahun ini, belum sekalipun dia meraih gelar. Prestasi tertingginya adalah runner-up Singapore Open Super 500, April lalu. Peringkat dia juga turun, dari posisi enam ke delapan.

Pelatih tunggal putra Hendri Saputra mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi penampilan anak asuhnya itu. Dia masih sering bikin bola mati. Di luar lapangan, Ginting juga sempat mengalami masalah dengan sponsor. Tepatnya menjelang Australian Open awal Juni lalu. Namun, soal itu kini sudah beres.

”Dia belum konsisten. Karena belum siap fisik dan fokusnya. Banyak faktor lah yang membuat dia begitu,” ulang Hendri.

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah soal fisik. Dia gampang lelah. Ini paling kelihatan jika dia harus menjalani pertarungan tiga game. Ginting sering takluk dengan skor telak.

Ya, dalam dua turnamen terakhir, dia tidak bisa langsung in pada awal pertandingan. Alhasil, poinnya langsung tertinggal jauh. Dari lima laga yang dia lakoni di Indonesia Open dan Japan Open, hanya satu kali Ginting menang straight game. Sisanya harus lewat rubber game.

Misalnya saat dikalahkan Kento Momota di perempat final Japan Open dua pekan lalu. Pada game penentuan dia dihajar 15-21. Hal serupa terjadi sepekan sebelumnya, pada babak kedua Indonesia Open. Ginting tidak mampu mengatasi Kantaphon Wangcharoen—pemain muda Thailand berusia 20 tahun yang peringkatnya jauh di bawah dia. Wangcharoen juga memaksanya bermain rubber game.

Sebenarnya, banyak jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan fisik. Seperti yang dilakukan ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang ditangani pelatih Indonesia Flandy Limpele. Mereka mendapatkan menu joging dan lari jarak pendek yang sangat keras dalam sepekan.

Hendri mengatakan, dia tidak menyiapkan metode baru untuk menggembleng fisik Ginting. ”Tapi tetap evaluasi untuk tahu apa saja yang harus ditingkatkan,” ucap dia tanpa mau merinci apa saja kekurangan anak buahnya itu.

Statistik Ginting 2019

10 turnamen

2 kali babak pertama

(All England, Malaysia Open)

1 kali babak kedua

(Indonesia Open)

4 kali perempat final

(Malaysia Masters, Indonesia Masters, New Zealand Open, Japan Open)

1 kali semifinal

(Swiss Open)

2 kali final

(Singapore Open, Australian Open)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *