Harga Emas Makin Naik, Waktunya Ambil Untung?



Pada Jumat kemarin, harga emas naik pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta) dan berada di pekan terbaik dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Hal ini didorong oleh negative yielding debt di seluruh dunia, bank sentral dovish dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China menjaga harga terkurung mendekati level USD 1.500.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat, 9 Agustus 2019, harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.503,69 per ounce, setelah melampaui USD 1.500 untuk pertama kalinya sejak April 2013 pada awal pekan ini. Sementara untuk harga emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi USD 1.515,2 per ounce.

“Harga emas saat ini berada di lingkungan yang sempurna. Untuk itu antara bank sentral (antar negara) memangkas suku bunga dan menghasilkan negatif utang,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Craig Erlam.

“Harga emas telah naik sangat tinggi dan akan mencapai titik di mana orang akan mulai mempertanyakan apakah itu overbought,” lanjut dia.

Sejumlah bank sentra negara di dunia seperti Bank Sentral Selandia Baru, Thailand dan India juga mengejutkan pasar dengan serangkaian penurunan suku bunga, menunjuk bahwa amunisi pembuat kebijakan yang semakin berkurang untuk melawan penurunan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *