Ini Bahayanya jika Kesepian Melanda Anda


Bahayan kesepian sama dengan orang yang merokok 15 batang sehari (Foto Ilustrasi: Noah Silliman/unsplash.com)

Jakarta: Setiap orang barangkali pernah merasa kesepian. Namun siapa sangka rasa kesepian yang muncul dikaitkan pada tiga periode usia manusia.

Menurut studi yang diterbitkan jurnal International Psychogeriatrics, orang-orang kerap merasa kesepian saat berusia akhir 20-an, pertengahan 50-an dan akhir 80-an. Rasa kesepian pada tiga fase tersebut dianggap lebih tinggi ketimbang periode lainnya.

"Hampir semua peserta penelitian melaporkan tingkat kesepian yang sedang hingga tinggi pada tiga periode itu," kata Dilip Jeste, penulis studi ini sekaligus profesor psikiatri dan ilmu saraf di University of California, San Diego.

Sebetulnya, kata Jeste, rasa kesepian itu cukup suit didefenisikan di dalam studi ini, lantaran bersifat subjektif. Namun pada penelitian ini memfokuskan kesepian pada defenisi ketika seseorang kehilangan optimistis terhadap hubungan sosial.

"Karena kesepian bukan berarti tidak punya teman. Tetapi didefinisikan sebagai tekanan subjektif yang dirasakan seseorang," sambung Jeste.

Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa kesepian? Dalam studi ini, Jeste menemukan bahwa kesepian berhubungan terbalik dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain, orang yang memiliki tingkat kebijaksanaan tinggi tidak merasa kesepian.

Klik di sini: Kebangkitan Budaya Hanjok Masyarakat Korea Selatan

"Kebijaksanaan merupakan sifat yang kompleks. Salah satunya yakni dengan memiliki kasih sayang pada diri sendiri dan menunjukkan perilaku sosial. Anda bisa mulai dengan meditasi dan merasa bersyukur," ungkapnya.

Tampaknya, rasa kesepian mesti segera disembuhkan. Jika dibiarkan begitu saja malah akan berdampak buruk buat tubuh.

Ambil misal seperti yang diungkapkan Dr Vivek Murthy, mantan ahli bedah umum di Amerika Serikat. Dia bilang rasa kesepian bahkan bisa mengurangi rentang usia hidup seseorang.

"Ini bahayanya sama dengan orang yang merokok 15 batang sehari," ujar Murthy.

Dia menambahkan bahwa rasa kesepian juga berkaitan dengan penurunan kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kognisi. Efek kesepian juga meningkatkan faktor risiko yang diketahui menimbulkan penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi dan depresi.

Wisata Pulau Kemaro
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/yKXQPV9N" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>



Link sumber berita

Penulis : Dhaifurrakhman Abas

Tanggal posting : 2018-12-30 23:06:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *