Italia Bisa Susul Belgia Lolos ke Putaran Final EURO 2020


JawaPos.com– Belgia jadi tim pertama yang menggenggam tiket lolos ke putaran final Euro 2020. De Rode Duivels memastikannya setelah menghancurkan San Marino sembilan gol tanpa balas di Stade Roi Baudouin.

Dengan 21 poin dari tujuh laga, Belgia tidak bisa lagi dikejar peringkat ketiga Siprus yang terpaut 11 poin dan hanya tersisa tiga matchday di grup I.

Perebutan satu tiket pendamping Belgia bakal seru karena Siprus akan menghadapi peringkat kedua Rusia Senin dini hari (14/10). Jika Siprus tidak mampu meraih kemenangan, praktis Rusia (18 poin) yang akan melenggang.

Tapi, sebelum Rusia, ada tim lain yang berpeluang menyusul Belgia lolos dalam pekan ini. Kans itu menjadi milik Italia di grup J. Gli Azzzuri bisa memastikannya dalam matchday ketujuh dini hari nanti (13/10). Masalahnya, selain harus mengalahkan Yunani di Stadio Olimpico, skuad asuhan Roberto Mancini itu butuh bantuan juru kunci Liechtenstein untuk menghambat Armenia.

Di klasemen sementara, Italia sudah meraup 18 poin, disusul Finlandia (12 poin), lalu Armenia (9 poin). ”Lebih cepat (lolos ke putaran final Euro 2020), lebih baik,’’ sebut Mancini kepada Sky Sport Italia.

”Tapi, kami tahu risiko bergantung kepada tim lain,” imbuh Mancini.

Liechtenstein tak hanya tidak pernah menang dalam enam laga. Mereka juga hanya bisa mengemas sebiji gol. Tapi, satu-satunya gol itu diraih dalam laga terakhir atau saat sukses menahan seri 1-1 Yunani di Athena.

Dalam histori selama 14 kali berpartisipasi di kualifikasi Euro, Italia belum pernah menyegel tiket lolos dengan menyisakan tiga laga. Pada edisi sebelumnya, Italia harus menunggu sampai menyisakan satu laga kualifikasi untuk bisa lolos ke Euro 2016.

”Target untuk saya adalah mendapatkan hasil dari 15 bulan membangun tim ini (baca: lolos ke Euro 2020, Red). Jadi, besok atau pekan depan sebenarnya sama saja,’’ lanjut Mancio, sapaan akrab Mancini.

Bagi Mancini, memastikan lolos di Olimpico juga bisa mengulang cerita suksesnya sebagai pemain maupun pelatih Lazio. Sebagai pemain, dia membawa Biancocelesti berpesta di Olimpico untuk scudetto 1999–2000. Kepastian diraih pada giornata pemungkas. Lazio menang 3-0 di kandang atas Reggina ketika rival mereka, Juventus, malah kalah 0-1 oleh Perugia.

Lalu, sebagai allenatore Lazio, Mancini turut menjadi bagian kemenangan 2-0 (lagi-lagi) atas Juve dalam first leg final Coppa Italia 2003–2004 di Olimpico. Hasil itu berbuah juara karena La Vecchia Signora hanya bisa bermain seri 2-2 saat ganti menjamu Lazio di Turin.

Di sisi lain, Olimpico juga bisa mencatatkan sejarah sebagai tempat pesta bagi Italia. Spesialnya, dini hari nanti merupakan laga pertama di Olimpico setelah empat tahun. Kali terakhir terjadi saat Italia mengalahkan Norwegia di kualifikasi Euro 2016.

’’Main di sana (Olimpico), motivasi kami tentu berlipat ganda. Aku sudah membayangkan kami berpesta dengan fans kami di sana,’’ ungkap bek Italia asal Lazio Francesco Acerbi.

Seperti Italia, Spanyol di grup F bisa mengunci tiket lolos dini hari nanti. La Furia Roja tidak hanya butuh menang di kandang Norwegia, Ulevaal Stadion (siaran langsung Mola Web & App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 01.45 WIB).

Mereka juga harus berharap Rumania terpeleset di kandang Kepulauan Faroe.

Di klasemen sementara, Spanyol mengoleksi 18 poin dari enam laga. Terpaut 7 poin dari Swedia dan 8 poin dari Rumania dengan jumlah laga yang sama. ”Jika itu (kepastian lolos ke Euro 2020, Red) terbuka (dini hari nanti, Red), kami tidak akan menyia-nyiakannya,’’ ucap bek sekaligus kapten Spanyol Sergio Ramos kepada EFE.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *