Izin Tinggalkan Tempat Rehab, Nunung Jenguk Ibu ke Solo


JawaPos.com – Belum lama ini media sosial digegerkan video yang menampilkan Nunung beserta sang suami Iyan Sambirin di Bandara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah. Padahal, sejak 27 November lalu, keduanya divonis menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta selama 1 tahun 6 bulan.

Kemarin (28/12), melalui sambungan telepon, Direktur Utama RSKO Jakarta dr Azhar Jaya SKM MARS membenarkan bahwa Nunung dan Iyan meninggalkan RS untuk pergi ke Solo. RS memberikan izin sehari kepada keduanya pada 26 Desember lalu. Azhar menegaskan, Nunung pergi ke Solo bukan dalam rangka jalan-jalan. Dia mengatakan, keluarga Nunung telah mengirimkan surat kepada RSKO. Isinya permohonan izin meninggalkan RSKO untuk Nunung dan Iyan.

”Kondisi kesehatan ibu dari Mbak Nunung dikabarkan memburuk karena sakit kanker lidah. Ibunya dirawat di salah satu rumah sakit di Solo. Kami juga mendapat surat keterangan sakit kanker lidah dari rumah sakit di Solo itu,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Dokter 48 tahun itu menyatakan, durasi izin keluar RS bisa sampai 2 x 24 jam. Penentuan durasi bergantung pada situasi yang dihadapi pasien. Kemudian, pasien juga harus didampingi perwakilan RS. Jika izin keluar RS tidak diberikan, Azhar khawatir kondisi psikologis Nunung terganggu.

Azhar menuturkan, RS bertugas menjaga psikologis semua pasien. Tidak terkecuali komedian bernama asli Tri Retno Prayudati itu. Saat psikologis dalam kondisi yang baik, lanjut dia, pasien akan bersemangat menjalani rehabilitasi. Dia menjamin bahwa rehabilitasi Nunung terus berjalan hingga saat ini. ”Kami juga sampaikan ke Mbak Nunung bahwa dia tidak diperkenankan beraktivitas selain berkunjung ke rumah sakit sang ibu. Hari ini (kemarin, Red) Mbak Nunung sudah ada di RSKO lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika wartawan koran ini mendatangi rumah Nunung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, kemarin siang, asisten rumah tangga (ART) Nunung yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, majikannya sempat mampir ke rumah pada 25 Desember malam. Dia menyebutkan, Nunung mengambil baju, lalu pergi lagi. ”Sudah ya, Mas. Saya masuk dulu,” ucapnya seraya menutup pintu rumah.

Nunung dan Iyan diringkus Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 19 Juli di kediamannya. Saat penggeledahan, petugas menemukan 0,36 gram sabu-sabu. Keduanya dijerat pasal 114 ayat 2 subpasal 122 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 juncto pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sidang perdana keduanya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2 Oktober dan dipimpin hakim ketua Agus Widodo.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *