Jumlah Penderita Hepatitis A Meningkat Empat Kali Lipat


JawaPos.com – Jumlah penderita hepatitis A tahun ini meningkat empat kali lipat daripada tahun lalu. Menurut catatan Kementerian Kesehatan, hingga November saja tercatat 2.339 orang yang terkena hepatitis. Padahal, tahun lalu hanya 564 orang.

Dari catatan Kemenkes, Jawa Timur menjadi penyumbang terbanyak untuk kasus hepatitis A pada tahun ini. Pertengahan tahun ini di Pacitan ada kejadian luar biasa (KLB). Jumlah penderita hepatitis A di sana mencapai 1.256 orang.

Kabupaten tetangga Pacitan, Trenggalek, juga menyumbangkan angka yang cukup banyak, yakni 384 penderita hepatitis A. Bulan lalu, di Depok, Jawa Barat, juga terjadi KLB. Ada 262 orang yang mengalami penyakit yang disebabkan virus itu.

”Tahun ini kejadian cukup banyak,” tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono di Jakarta kemarin (4/12).

Untuk kasus Depok, menurut penyelidikan Kemenkes, sumbernya adalah salah seorang office boy di sebuah sekolah yang juga berjualan makanan. Namun, office boy tersebut tinggal di Bogor. ”Untuk itu, saya meminta Dinkes Depok, Bogor, dan kota di sekitarnya agar waspada. Setiap ada kejadian segera dilaporkan,” kata Anung.

Dia menegaskan, kronologi kasus di setiap kota berbeda. Misalnya, di Pacitan yang terjadi di musim kemarau. Sumber air sedikit dan ditemukan banyak bakteri E. coli. Sementara itu, di Depok terjadi KLB saat musim hujan.

Terkait kasus di Depok pula, Kemenkes akan memantau hingga awal tahun depan. Pasalnya, virus itu mengalami inkubasi hingga 50 hari atau hampir dua bulan. Menurut Anung, langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi. ”Ada potensi penularan,” ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Irsan Hasan SpPD-KHEH FINASIM menuturkan, virus hepatitis ditularkan melalui makanan atau feses. Berbeda dengan jenis lainnya, hepatitis A kebanyakan justru dialami orang dewasa.

”Gejalanya mata kuning. Makanya, sering disebut penyakit kuning,” ungkap dia saat ditemui di Kemenkes kemarin.

Penyakit itu, menurut dia, mudah sembuh. Dia memastikan tingkat kesembuhannya mencapai lebih dari 99 persen. Jarang yang kronis. ”Penyembuhannya dengan makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” ucapnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *