Keok di Ronde Pertama, Gregoria Bilang Banyak Sekali yang Dievaluasi


JawaPos.com-Satu wakil tunggal putri terhenti pada babak pertama China Open 2019. Tunggal putri terbaik Indonesia Gregoria Mariska Tunjung ditaklukkan Zhang Beiwen asal Amerika Serikat setelah bertarung tiga game dengan skor akhir 21-14, 19-21, 16-21.

Menang nyaman pada game pertama, Gregoria sempat unggul pada game kedua dengan skor 14-11. Skor lalu ketat sampai kedudukan 19-19. Dalam situasi kritis, Jorji, penggilannya gagal menutup pertandingan dengan kemenangan.

Pada game ketiga ajang BWF World Tour Super 1000 tersebut, dia juga sempat unggul 16-15. Namun entah apa yang terjadi, itulah angka terakhir yang diproduksi Gregoria. Zhang Beiwen mencetak enam angka beruntun dan memenangkan pertandingan!

“Dari game kedua memang saya sendiri kurang stabil untuk jaga poin dan jaga pola yang menguntungkan buat saya. Jadi seperti unggul terus, lawan menyamakan skor dan terkejar terus,” kata Gregoria dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.

“Waktu reli pun saya merasa masih kurang berani menyerang,” lanjut Gregoria.

Pemain ranking 14 dunia ini menilai bahwa dia masih belum bisa memegang kontrol permainan di lapangan. Soal kecepatan pergerakan pun masih menjadi faktor yang harus ditingkatkan lagi oleh Gregoria.

“Evaluasinya banyak, saya harus lebih bisa kontrol keadaan di lapangan, dari tenangnya, fokusnya, dan kecepatannya harus seimbang. Tapi yang paling penting tenang dan fokusnya karena masih sering hilang dan kadang suka tegang sendiri,” ungkap Gregoria.

Hasil ini memperpanjang kiprah tidak impresif Gregoria sepanjang 2019. Pencapaian terbaiknya hanyalah perempat final Chinese Taipei Open 2019. Itupun karena level turnamennya cuma kelas Super 300.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *