Malware di Balik Euforia Film Nominasi Oscar, Joker Paling Banyak


JawaPos.com – Film-film populer kerap menarik perhatian para pelaku kejahatan siber. Ykani berkedok salinan film untuk mengambil data pengguna. Sebab, tak dipungkiri beberapa orang yang gemar nonton mulai mencari film terkenal di dunia maya. Terlebih film-film terbaru yang masuk dalam nominasi Oscar.

Untuk lebih memahami bagaimana pelaku kejahatan siber lewat film terkenal, para peneliti Kaspersky melihat ke dalam prevalensi penipuan dengan metode tersebut. Kaspersky mengaku menemukan lebih dari 20 situs web phishing dan 925 file berbahaya yang menyamar sebagai film nominasi Academy Award (Oscar) tahun ini. Sehingga, mereka yang gemar menonton blockbuster terbaru, harus lebih waspada atas ancaman dalam bentuk phishing dan malware.

Tak hanya website, Kaspersky juga menemukan akun-akun Twitter yang menawarkan kesempatan kepada pengguna untuk menonton film yang dinominasikan secara gratis. Akun Twitter tersebut kemudian menyajikan link tautan ke situs web phishing. Bahayanya, link ini mengumpulkan data pengguna dan meminta mereka memenuhi berbagai syarat untuk mendapatkan akses ke film yang diinginkan.

Metode ini dapat bervariasi mulai dari mengambil survei dan berbagi rincian pribadi, untuk menginstal adware hingga meminta rincian kartu kredit. Selanjutnya, tentu saja, pengguna tidak mendapatkan konten apapun.

Peneliti Kaspersky membandingkan aktivitas berbahaya dengan nama nominasi film Oascar selama empat minggu pertama setelah pemutaran perdananya. Nyatanya, Joker menempati posisi pertama di antara banyak nama film yang digunakan. Sebagai film paling populer di kalangan pelaku kejahatan siber, Kaspersky menemukan sebanyak 304 file berbahaya yang dinamai sebagai ‘Gothan Villain’.

Diikuti oleh film ‘1917’ yang berada di peringkat kedua dengan 215 file berbahaya. Menempati peringkat ketiga, film ‘The Irishman’ dengan 179 file berbahaya. Untuk film Korea ‘Parasite’ tidak memiliki aktivitas berbahaya yang terkait dengannya.

Kaspersky juga mendalami apakah terdapat peningkatan signifikan dalam file berbahaya saat setelah peluncuran resmi film tersebut. Berdasarkan data, Kaspersky mencatat bahwa sebagian besar file berbahaya mencuat ke permukaan setelah minggu ketiga atau keempat film resmi di rilis pada bioskop publik.

“Para pelaku kejahatan siber tidak akan terikat dengan tanggal pemutaran perdana film, karena mereka tidak akan mendistribusikan konten apapun melainkan data berbahaya. Namun, karena para aktor ancaman ini akan selalu memanfaatkan sebuah tren terkini, mereka akan bergantung pada permintaan pengguna dan ketersediaan file sesungguhnya,” ujar Anton Ivanov, analis malware Kaspersky dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Dirinya menyarankan, untuk menghindari penipuan dari para pelaku kejahatan siber, tetaplah berpegang dan berlangganan pada platform streaming resmi. Selanjutnya, perhatikan tanggal resmi peluncuran film di bioskop, layanan streaming, TV, DVD, atau sumber lainnya.

Hindari mengklik tautan yang mencurigakan. Seperti yang menjanjikan tampilan film terbaru, memeriksa tanggal rilis film di bioskop dan melacaknya. Jika mengunduh film, lihatlah ekstensi file yang diunduh.

Bahkan jika Anda akan mengunduh file video dari sumber yang Anda anggap tepercaya dan sah, file tersebut harus memiliki ekstensi .avi, .mkv, atau .mp4 di antara format video lainnya. Bukan  bukan dalam .exe.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Rian Alfianto





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *