Mana yang Lebih Baik Untuk Kesehatan, Duduk di Lantai atau di Kursi?


JawaPos.com – Masing-masing orang punya pilihan saat duduk. Ada yang lebih suka duduk di lantai, atau di kursi. Bahkan banyak tradisi di masyarakat yang memilih tidak menyediakan sofa di rumahnya, melainkan hanya bantal atau tikar, karpet, atau bahkan tanpa alas.

Orang Jepang juga demikian. Mereka suka menyambut tamu untuk duduk di lantai beralaskan bantal tipis. Dalam yoga, duduk bersila di lantai juga dilakukan di setiap tahapan. Lantas, jika dilihat dari sisi kesehatan, mana yang lebih baik? duduk di kursi atau lantai?

Dilansir dari Science Times, Minggu (2/8), Ahli Clinical Biomechanics dari Staffordshire University, Professor Nachiappan Chockalingam menjelaskan, bukti anekdotal dan klinis menunjukkan bahwa cara duduk bisa memberikan tekanan fisik yang berbeda pada tubuh. Duduk dalam waktu lama dengan posisi yang sama biasanya memengaruhi struktur punggung bawah, yang disebut daerah lumbar tulang belakang dan karakteristik gerakan panggul. Dan diyakini ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang, seperti radang sendi.

“Inilah sebabnya mengapa orang biasanya disarankan untuk menggunakan dukungan atau alat bantu yang sesuai dan untuk sering berganti posisi ketika duduk untuk waktu yang lama,” katanya.

Para peneliti dan dokter telah melihat duduk di kursi memberi pengaruh positif agar duduk lebih tegak dan bagaimana cara menghindari masalah kesehatan jangka panjang. Meskipun demikian, para profesional kesehatan menilai duduk di lantai bisa membantu menjaga kelengkungan alami tulang belakang tapi harus duduk lebih tegak agar memperbaiki postur tubuh. Dikatakan juga bahwa duduk di lantai membantu meningkatkan kekuatan dan kelenturan dan dapat membantu Anda menghindari sakit punggung bagian bawah.

Struktur Tulang Belakang

Meskipun hanya ada penelitian terbatas soal efek duduk di lantai, tapi faktanya kelengkungan tulang belakang secara alami ada di punggung bawah yang disebut lumbosis lumbar. Saat duduk di lantai, lordosis lumbal relatif rendah, yang lebih dekat dengan posisi dan postur alami kita.

Duduk bersila juga bisa menghasilkan kelengkungan alami baik di punggung atas dan bawah, menstabilkan punggung bawah dan daerah panggul secara efektif. Namun demikian, postur duduk yang salah dapat menyebabkan masalah daripada duduk di kursi. Dalam hal ini, duduk di lantai dapat dengan mudah memperburuk sakit punggung bagian bawah.

Begitu juga dengan duduk di kursi. Jika posisinya salah, tetap saja juga memberi masalah. Misalnya dengan kaki bersilang di kursi menginduksi beban yang lebih besar pada cakram intervertebralis dan tulang belakang terutama ketika dalam posisi merosot. Hal ini dapat lebih meningkatkan tekanan diskus dan memperburuk nyeri punggung bawah kronis.

“Inilah mengapa sangat penting untuk memperhatikan postur duduk yang benar. Baik di kursi atau di lantai,” jelasnya.

Ada juga beberapa bukti bahwa duduk di lantai dengan kaki terlipat tak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan posisi duduk lainnya, seperti jongkok dan duduk di lantai dengan kaki terbuka.

Kesimpulannya, jadi apa cara terbaik untuk duduk?

Sementara posisi duduk yang nyaman bisa berbeda kenyamanannya bagi setiap orang. Kunci duduk yang baik adalah gerakan teratur dan sering mengubah posisi. Perubahan ini bisa sesederhana memindahkan sisi ke sisi di kursi atau berdiri dan meregangkan tubuh setelah beberapa saat. Pada dasarnya, tubuh memiliki alarm yang akan memberi tahu Anda kapan sudah lelah dan harus berganti posisi.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »