Mengenal Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari Malang



Liputan6.com, Malang – Kabupaten Malang dan Jawa Timur kini punya sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Kawasan ini bakal semakin mendorong Bromo Tengger Semeru sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia yang ada di Indonesia.

Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari berada di atas lahan seluas lebih dari 120 hektare (ha) di Singhasari, Malang. Terdiri dari dua zona yaitu pariwisata dan pengembangan teknologi. Ada deregulasi dan kemudahan segala pelayanan perizinan.

“Alur perizinan tidak rumit, sehingga hanya butuh satu atau dua hari bagi investor mengurus persyaratan untuk masuk KEK Singhasari,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Malang, Selasa, 8 Oktober 2019.

Ada insentif fiskal yang memudahkan investor, berupa tidak ada pajak maupun retribusi perizinan yang masuk kawasan ini. Pemerintah membenahi infrastrukktur dan kebutuhan dasar lainnya seperti air, listrik sampai jaringan internet untuk mendukung kawasan ini.

KEK Singhasari juga untuk mendukung wisata Bromo Tengger Semeru, satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. Agar obyek wisata itu bisa jadi destinasi kelas dunia. Diharapkan turut menggenjot angka wisatawan mancanegara di Jawa Timur.

Bila pada 2018 angka wisman sebanyak 300 ribu orang, berikutnya ditarget bisa sampai 1 juta wisman masuk Jawa Timur. Atau setara 1,2 miliar dolar Amerika Serikat dengan average spending per arrival sebesar 1.200 dolar Amerika Serikat.

“Atraksi wisatanya kelas dunia, maka akses ke sana juga harus kelas dunia. Bandara di Malang harusnya juga jadi internasional. Untuk akses jalan tol terus dibenahi,” papar Arief.

Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 tahun 2019. KEK ini memiliki sejumlah unggulan. Selain dekat dengan wisata Bromo Tengger Semeru, juga terkoneksi tol Pandaan–Malang, serta sudah ada bandar udara.

“Membangun masyarakat di sekitar kawasan ini juga harus diutamakan. Ongkos sosialnya akan sangat tinggi jika tidak dipikirkan masyarakatnya lebih dulu,” papar Arief.



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2019-10-10 00:00:11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *