Mengenal Nanopartikel Untuk Deteksi Dini Kanker Lewat Obat dan Makanan


JawaPos.com – Hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang membuat seseorang terkena penyakit kanker. Akan tetapi berbagai karsinogen atau pencetus kanker bisa saja dipicu dari manapun. Bisa dari lingkungan, polusi, radiasi, makanan atau obat-obatan. Karena itu komunitas ilmiah Rusia-Eropa berusaha meneliti deteksi dini pemicu kanker dengan metode kontrol ultrasensitif nanopartikel atau Fourier-nano-transducers.

Dalam keterangan tertulis Sputnik, Senin (12/8), penelitian ini masih terus dikembangkan oleh komunitas ilmiah Rusia-Eropa. Mereka meneliti dari berbagai sumber aktivitas kehidupan manusia. Dimulai dari mendiagnosis kanker pada tahap awal, hingga produksi makanan dan pengendalian lingkungan yang lebih menyeluruh.

Spesialis di National Research Nuclear University MEPhI, serta Shemyakin dan Ovchinnikov Institute of Bioorganic Chemistry dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, bekerja sama dengan Universitas Aix-Marseille di Prancis dan Universitas Manchester di Inggris, telah mengusulkan konsep transduser sensorik hipersensitif (Fourier-nano-transducers) yang dapat merevolusi kontrol ultrasensitif dalam biomedis. Hasil penelitian tercermin dalam publikasi jurnal ilmiah Bahan Fungsional Lanjutan.

Mengenal Metode Nanopartikel

Fourier-nano-transducers atau Nanopartikel adalah susunan monolayer dari nanopartikel emas, yang disusun di permukaan dengan struktur periodik-nano menggunakan elektromagnetik dari radikal bebas dalam sistem logam. Transduser ini unik karena mereka mampu dengan kekuatan medan listrik dari gelombang cahaya dan sifat optiknya bisa mendeteksi karsinogen (pencetus sel kanker).

Direktur Ilmiah dari Institut Fisika Teknik untuk Biomedik di Universitas Nuklir Riset Nasional MEPhI Dr. Andrei Kabashin, menjelaskan hipersensitivitas dari nano-transduser menunjukkan era baru penelitian material 2D. Contoh lain dari hipersensitivitas tersebut adalah saat mendeteksi antibiotik kloramfenikol, yang banyak digunakan dalam industri obat-obatan dan makanan. Sebab jika berlebihan penggunaannya bisa menyebabkan penyakit onkologis (kanker) dan disfungsi kardio.

Penelitian telah menunjukkan, Fourier-nano-transformers bisa mendeteksi antibiotik seribu kali lipat dibandingkan dengan metode lain. Maka metode ini bisa mendiagnosa awal penyakit berbahaya, memantau kualitas makanan dan kondisi lingkungan.

Dalam studi paralel, kelompok riset bersama dengan para ilmuwan Rusia dari Lebedev Physical Institute dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menemukan cara unik dengan menggunakan nanopartikel silikon untuk mendiagnosa kanker. Sifat partikel nano bukan hanya mendeteksi tumor tetapi bisa dikembangkan sebagai metode non-invasif baru untuk perawatan pasien kanker.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *