Menpora Mengaku Tidak Dapat Laporan Bawahan soal Dana Hibah



Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy mengakui ada uang dengan total Rp 11,5 miliar yang diserahkan kepada asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga bernama Miftahul Ulum.

“Totalnya Rp 11,5 miliar,” kata Ending di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin malam.

Uang itu diberikan secara bertahap sebesar Rp 3 miliar pertama, Rp 3 miliar kedua, Rp 3 miliar ketiga dan sisanya untuk para pejabat Kemenpora yang bestatus pegawai negeri sipil (PNS) dan non-PNS.

“Mister X siapa itu Ulum, Menteri, Arif (protokoler menteri), kalau mister Y Mulyana (Deputi IV Kemenpora), PPK (Pejabat Pembuat Komitmen),” tambah Ending.

Menurut Ending, tidak semua pejabat Kemenpora alias mister Y mau diberikan uang di Kemenpora tapi mereka malah datang ke kantor Koni.

“Itu mister Y para pejabat (Kemenpora) yang datang ke sana, ada tim verifikasi,” jelas dia.

“Rp 3 miliar kedua untuk mister Y sudah dibagikan ke orang-orang Kemenpora sudah dalam banyak amplop. Rp 3 miliar pertama dikasih ke Ulum melalui Arif, Rp 3 miliar kedua diserahkan ke saya lalu dibawa Atam sopir saya dan Rp 3 miliar ditukar dengan mata uang dolar untuk kegiatan Kemenpora di luar mata anggaran,” jelas Ending.

Menurut dia, Ulum lah yang menuliskan dan menentukan siapa mendapat berapa.

“Pak menteri berapa, PPK berapa, ditulis Pak Ulum di tisu di ruang Pak Ulum di lantai 10 Kemenpora, tapi sebelum menyanggupi kita rapatkan dulu di KONI internal dengan semua kabag,” ungkap Ending.

 



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2019-04-30 08:34:29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *