Motor Harian Pakai Ban Cacing & Lepas Rem, Itu Bodoh!



Jakarta – Sebuah kecelakaan tunggal sepeda motor terjadi di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini. Kecelakaan ini terjadi di turunan Wisata Sendi dan melibatkan dua orang yang mengendarai Honda CBR150R merah. Sesuai investigasi pihak Polres Mojokerto, kecelakaan terjadi karena motor itu sudah dimodifikasi secara ekstrem, dengan menggunakan ban cacing dan melepas rem depan.

Menurut instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu, cukup sulit masuk di akal melihat seseorang mengendarai motor dengan aspek keselamatan yang minim, di kondisi medan yang ekstrem.

“Pakai ban atau pelek kecil sah-sah aja, kalau hanya untuk kontes modifikasi atau sekadar dipajang di garasi. Tapi kalau untuk transportasi sehari-hari, motor pakai ban cacing, lebih-lebih ketika komponen keselamatan seperti rem depan diganti atau dilepas, tidak ada sama sekali, menurut saya ini perbuatan tidak bijak, bahkan bisa dikatakan konyol atau bodoh,” kata Jusri, kepada detikcom, Selasa (11/6/2019).

Menurut Jusri, sebuah kendaraan harian entah itu motor atau mobil, harus punya traksi atau cengkeraman roda yang maksimal. Agar bisa terjadi perlambatan dan kendaraan berhenti sesuai di titik pemberhentiannya.

“Jadi semakin besar roda kendaraan, semakin baik telapak ban, dan grip ban akan memberikan cengkeraman atau traksi yang maksimal,” kata Jusri.

Dijelaskan Jusri, ketika roda dibuat semakin kecil, maka cengkeraman ban atau roda ke permukaan ban akan berkurang.

“Jadi semakin kencang laju motor, maka yang perlu diperhatikan adalah semakin membesarkan telapak ban. Plus dengan memperkuat sistem rem itu sendiri. Kedua hal ini selalu melekat,” terangnya lagi.

Tidak hanya berpotensi membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, modikasi ekstrem di motor harian, dengan melepas rem depan atau menggunakan ban cacing, maka sama saja tidak menghargai kerja para insinyur di pabrikan motor yang sudah melakukan riset sedemikian panjang untuk menciptakan sebuah produk yang nyaman dan aman digunakan di jalan raya.

“Ketika sebuah sepeda motor yang sudah didesain melewati suatu proses R n D dan Quality Control yang ketat, maka seluruh justifikasi keselamatan itu telah dites, direview, dan dianalisis sedemikian rupa, bukan merupakan suatu proses pendek tapi merupakan proses panjang. Maka kalau spek itu diubah tentunya akan mengurangi kualitas komponen itu sendiri. Mungkin secara estetika bagus (bagi mereka), tapi kekuatan cengkeraman dan pengereman itu turun,” pungkasnya. (lua/lth)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *