Pembinaan Badan POM RI Dorong Industri Jamu Herbal Tembus Pasar China


JawaPos.com – Dukungan penuh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI kepada pengusaha Jamu Herbal Indonesia terus mencatatkan capaian-capaian yang membanggakan dalam pengembangan industri herbal. Setelah tumbuh dan berkembang cukup baik di dalam negeri, kerja keras lembaga yang dipimpin Penny K. Lukito ini dalam memperluas pasar mulai diterima di sejumlah negara.

Terbaru, PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) pada Sabtu (24/08/2019), menandatangani Supply and Distribution Agreement (SDA) dua importir China dalam rangkaian acara “The 2nd 2019 Traditional Chinese (Gansu) Medicine Industry Expo”. Lewat kesepakatan ini, PT HGI yang memproduksi Jamu Herbal SoMan akan memasarkan produk Jamu Herbal yang diproduksinya ke pasar China.

Penny K. Lukito saat menyampaikan keynote speech pada penandatanganan kerja sama SDA ini menegaskan akan terus mendorong produsen jamu herbal di Indonesia memperkuat kolaborasinya dengan pihak China sehingga bisa memasarkan produknya di negeri Tirai Bambu ini.

“Kami terus mendorong industri Jamu Herbal di dalam negeri untuk tidak hanya mampu menjual produknya di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor ke manca negara. Kesepakatan dengan importir China yang dilakukan PT Harvest Gorontalo Indonesia ini jadi contoh yang bagus bahwa produk kita pun dengan kualitas yang baik bisa menembus pasar China,” ujar Penny bangga.

Menurutnya, langkah pioneer yang dilakukan Harvest Gorontalo Indonesia menembus pasar China harus jadi pembelajaran dan acuan bagi produsen Jamu Herbal di Indonesia lainnya bahwa kerja keras dalam menghasilkan produk yang berkualitas akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaan.

Lewat kesepakatan Supply and Distribution Agreement dengan Vittoria Health Science And Technology Company Limited dan Hangzhou Ingent Import And Export Trade Co, Ltd, PT HGI akan mengekspor Jamu Herbal ke pasar China yang sangat terkenal dengan Traditional Chinese Medicine (TCM).

“Mampu mengekspor Jamu Herbal SoMan ke pasar China suatu catatan prestasi baru yang membanggakan bagi kami. Sebelumnya kita juga telah melakukan ekspor kelima negara hasil kerja sama dengan Sisnes Ltd, Hongkong,” ujar Presdir PT HGI, Riyanto.

Presdir PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) Riyanto (kanan) menandatangi kontrak Supply Distribution Agreement (DA) dengan Simon Chong dari Sisnes Ltd Hongkong pada Februari 2019. (Dok. Humas PT HGI).

Presdir PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) Riyanto (kanan) menandatangi kontrak Supply Distribution Agreement (DA) dengan Simon Chong dari Sisnes Ltd Hongkong pada Februari 2019. (Dok. Humas PT HGI).
Dalam kesempatan yang berbahagia itu, Presdir PT Harvest Gotontalo Indonesia Riyanto mengungkapkan apresiasinya kepada Kepala Badan POM Republik Indonesia, Penny K. Lukito beserta jajarannya, sehingga peluang memasarkan Jamu Herbal yang dikembangkan perusahaannya ke pasar China kini terbuka.

Dalam kesepakatan SDA, PT HGI akan mengekspor produk Jamu Tetes SoMan dengan nilai kontrak USD 12 juta (sekitar Rp 170 miliar, kurs USD = Rp 14.200).

Produk Jamu Tetes Soman yang diproduksi PT HGI sudah cukup dikenal di Indonesia sebagai jamu yang cukup efektif membantu mengobati diabetes.

Soman yang bernama asli Sozo Formula Manggata 1 adalah produk kesehatan dalam sediaan cair yang praktis dan berkhasiat karena mengandung 39 jenis bahan alam yang terdiridari 18 buah, 14 sayur, dan 7 rempah.

Kandungan SoMan seperti buah merah, umbi manggata, buah maja, dan pisang goroho. SoMan diolah secara modern sehingga menghasilkan senyawa fitonutrien yang bekerja secara farmakologi dalam tubuh dan langsung ke pusat masalah.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *