Pembuat Smartwatch Kebugaran Fitbit Bakal Produksi Ventilator


JawaPos.com – Satu lagi perusahaan manufaktur besar mengalihdayakan sumber dayanya untuk membantu penanganan pasien Covid-19. Adalah Fitbit, perusahaan pembuat alat pelacak kebugaran yang dapat digunakan alias wearable, dilaporkan akan mengalihkan sumber daya rantai pasokan untuk membuat ventilator darurat.

CEO Fitbit James Park kepada CNBC (Internasional), dikutip via TheVerge, Selasa (19/5) mengatakan, ventilator akan digunakan untuk membantu merawat pasien Covid-19 dan dapat membantu meningkatkan pasokan peralatan medis nasional, yang sangat dibutuhkan selama pandemi ini.

“Ada banyak kekhawatiran tentang kekurangan ventilator dan kami menyadari sudah memiliki keahlian di sekitar rantai pasokan,” kata Park kepada CNBC.

Fitbit berencana untuk menyerahkan desain ventilatornya ke Food and Drug Administration (FDA) di bawah otorisasi penggunaan darurat dalam beberapa hari mendatang. Otorisasi penggunaan darurat memungkinkan perangkat medis atau produk yang belum secara resmi disetujui oleh FDA untuk digunakan mengobati penyakit yang mengancam keselamatan jiwa.

Park melanjutkan, ventilator yang dibuat ditujukan untuk pengguna darurat dengan fitur paling canggih yang tersedia dengan biaya lebih rendah. Namun, harga dari ventilator yang dibuat Fitbit belum ditentukan.

Sebagian besar ventilator harganya ribuan dolar AS, dan yang canggih harganya sekitar USD 50.000 atau berkisar Rp 745 jutaan. Seorang juru bicara Fitbit menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut kepada The Verge.

Fitbit bergabung dengan perusahaan lain yang membuat ventilator untuk percepatan penanganan Covid-19 di banyak negara. Sejumlah organisasi telah menyumbangkan sumber daya manufakturnya untuk membuat ventilator.

Sebelumnya sudah ada GM Ford dan Ferrari yang telah menawarkan ruang produksi kepada beberapa perusahaan ventilator untuk membantu mereka memproduksi lebih banyak unit. NASA juga demikian, mengembangkan ventilator yang dirancang khusus untuk pasien Covid-19 dan ventilator telah menerima otorisasi penggunaan darurat pada 30 April lalu yang berarti dapat memasuki produksi sesegera mungkin.

Pembuat aksesori ponsel Belkin juga telah mengembangkan ventilator darurat sekali pakai dalam kemitraan dengan University of Illinois yang sedang ditinjau untuk otorisasi penggunaan darurat. Sementara Tesla sedang mengembangkan ventilator baru yang menggunakan kembali suku cadang yang digunakan di mobilnya.

Saksikan video menarik berikut ini:



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *