Performa yang Mirip Badut, Pecat Ole Sekarang!


JawaPos.com– Manchester United memang lolos ke putaran keempat Piala Liga 2019–2020. Namun, penampilan Paul Pogba dkk kemarin (26/9) jauh dari kata memuaskan. Padahal, mereka ’’hanya’’ menghadapi Rochdale, klub League One alias kompetisi level ketiga Inggris.

United dipaksa bermain seri 1-1.

Kemudian, mereka menang adu penalti 5-3 di Old Trafford.

Pelatih United Ole Gunnar Solskjaer pun menjadi sasaran cercaan fans United. Nyanyian agar memecat pelatih berusia 46 tahun tersebut makin nyaring terdengar setelah pekan lalu kalah 0-2 oleh tangan West Ham United (22/9).

’’Para pemain (United) seharusnya memberikan gaji mereka kepada pemain Rochdale,’’ cuit @theicewoman7 sebagaimana dikutip Daily Mail. ’’Performa yang mirip badut. Pecat Ole sekarang,’’ tambah @darraghMUFC_ .

Kekecewaan fans United itu bisa dimaklumi. Sebab, pada babak pertama, Setan Merah gagal menjebol gawang Rochdale. Mason Greenwood, pahlawan United di Liga Europa melawan Astana (20/9), mencetak gol keduanya musim ini pada menit ke-68.

Rochdale menyamakan skor melalui Luke Matheson (76’).

’’Kami berpikir, ketika unggul 1-0, anak-anak akan membuat (gol) kedua. Gol kedua seharusnya merupakan kunci kami di pertandingan ini. Namun, yang terjadi malah sebaliknya,’’ kata Solskjaer kepada Daily Mail.

Solskjaer menekankan bahwa pemain muda United seharusnya lebih ganas dalam mengonversi setiap peluang. Greenwood ditopang tiga gelandang serang, Andreas Pereira, Jesse Lingard, dan Tahith Cong.

Statistik BBC menunjukkan, United unggul di semua aspek pertandingan. Tim juara tiga kali Liga Champions itu menguasai distribusi bola hingga 65 persen. United pun melakukan 31 tembakan. Namun, akurasinya parah. Yakni hanya delapan yang on target.

Pandit Sky Sports yang juga mantan kapten United Roy Keane mengatakan, sepeninggal Sir Alex pada musim 2012–2013, United tak pernah menemukan figur pelatih sepadan. Pelatih dengan rekam jejak lengkap mulai level domestik hingga Liga Champions seperti Jose Mourinho pun tak bisa menghadirkan gelar prestisius.

’’Problem United ini sudah saya sebut bertahun-tahun yang lalu. Para pemain sekarang tak cukup pantas menjadi bagian dari klub sebesar Manchester United. Sesimpel itu alasan kegagalan United per musim,’’ ujar Keane.

Senada dengan Keane, pandit Sky Sports yang juga mantan gelandang Liverpool Graeme Souness mengatkan bahwa pascakalah oleh West Ham, United adalah tim terburuk di era Premier League.

’’Masalah muncul bukan di era Jose (Mourinho), melainkan sejak kepergian Fergie (Alex Ferguson, Red),’’ kata Souness. ’’Saya tak menyalahkan manajer United mana pun karena mereka berada di posisi yang sulit,’’ lanjut dia.

Manchester Evening News (MEN) menganalisis, nyanyian pecat Ole musim ini lebih cepat daripada yang diperkirakan. Belum genap 365 hari dia menjadi pelatih, namun desakan fans agar United mengganti pelatih sudah terdengar.

MEN menganalisis, ada berbagai kendala sehingga performa United kurang menggigit. ’’Ole (Solskjaer) mulai apes ketika deretan pemainnya rontok karena cedera. Anthony Martial, Paul Pogba, dan terakhir Marcus Rashford yang absen melawan Arsenal (1/10),’’ tulis MEN.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *