Petrokimia Gandeng Pemprov Serahkan Bantuan untuk Penanganan Covid-19


JawaPos.com – Sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur (Jatim), Petrokimia Gresik kembali memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. Bantuan tersebut berupa 12.000 paket beras untuk masyarakat Jatim dan 2 (dua) isolation transport kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo.

Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Suban Wahyudiono. Tak lupa disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya.

Rahmad menjelaskan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir telah menginstruksikan agar BUMN secara proaktif dan serius membantu pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, sekaligus penanggulangan dampaknya di berbagai aspek. “Untuk itu, selain memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim juga memberikan bantuan beras maupun paket sembako untuk masyarakat Jatim,” ujar Rahmad.

Bantuan tersebut penting mengingat menjelang lebaran biasanya kebutuhan masyarakat semakin tinggi, namun di sisi lain Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo diperpanjang hingga 25 Mei 2020. Kegiatan perekonomian masyarakat dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kecil di Jatim yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19,” ujar Rahmad.

Selain paket sembako, dua isolation transport untuk RSUD dr. Soetomo juga diserahkan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Isolation transport ini merupakan salah satu unit vital selain APD dalam penanganan pasien positif Covid-19, untuk mencegah penularan Covid-19 terhadap tenaga medis.

Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, hal tersebut menjadi sangat penting mengingat tenaga medis adalah garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. Terlebih kasus positif Covid-19 di Jatim terus meningkat tiap harinya. “Kita harus bersama-sama melindungi tenaga medis, mengingat sudah puluhan diantaranya meninggal usai menangani kasus Covid-19,” tandas Rahmad.

Kegiatan ini melengkapi bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik melalui Pemprov Jatim. Sebelumnya, Petrokimia bersama anggota Satgas lainnya telah menyalurkan bantuan APD berupa masker medis, masker N95, nitril gloves, baju pelindung, sepatu boot, pelindung wajah, hand scoon non steril, dan apron plastik. “Khusus bantuan APD untuk RS dr. Soetomo sudah kami distribusikan beberapa waktu lalu, tapi penyerahan secara simbolis dibarengkan dengan paket beras dan isolation transport ini,” ujar Rahmad.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga menyalurkan bantuan ke beberapa daerah lainnya di Jatim, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), antara lain 1.000 paket sembako untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, 60 ton beras untuk masyarakat sekitar perusahaan (MSP), 7 (tujuh) ton beras untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta bantuan untuk 28 yayasan panti asuhan yang ada di Gresik.

Selain itu, untuk wilayah Jateng, bantuan sebanyak 7 (tujuh) ton beras diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pati dan 18 ton beras untuk masyarakat Kabupaten Temanggung. Sedangkan di wilayah Jabar, Petrokimia Gresik menyumbangkan 4 (empat) ton beras untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan 6 (enam) ton beras untuk warga Kabupaten Garut.

Rahmad berharap, seluruh bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik maupun Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim untuk masyarakat dan tenaga medis dapat bermanfaat serta berkontribusi dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19. “Komitmen dan sinergi ini akan terus kami tingkatkan untuk membantu pemerintah daerah maupun pusat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” tegas Rahmad.

Rahmad juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik. “Kita harus melindungi keluarga di kampung halaman dari penularan Covid-19 dengan tidak mudik saat Lebaran. Ini dibutuhkan kesadaran dan kontribusi bersama,” tutup Rahmad.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *