Saya Hampir Gabung Petronas Yamaha – runganSport


Pengakuan Lorenzo: Saya Hampir Gabung Petronas Yamaha
Yamaha YZR-M1 Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) Presentasi Tim Petronas Yamaha Sepang Racing Team 2020 / runganSport © MotoGP.

Jorge Lorenzo mengatakan bahwa ia nyaris tanda tangan kontrak dengan tim Satelit Petronas Yamaha SRT pada 2019, tapi tiba-tiba datang tawaran dari Repsol Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa.

Sepang, runganSport — Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa ia hampir bergabung dengan tim rookie Satelit Petronas Yamaha SRT pada 2019, yakni usai dirinya didepan dari tim Merah Bologna, Ducati.

Pada akhirnya Lorenzo bergabung dengan tim pabrikan Repsol Honda, bertandem dengan sesama Spanyol, Marc Marquez.

Ducati harus melepas Lorenzo karena dirasa gagal dalam 1.5 tahun, namun tak lama setelah kontraknya tak diperbaharui, Lorenzo malah tampil ganas dengan langsung menang di kandang The Red, Mugello, Italia.

“Sebelum saya menang di Mugello, saya berada dalam kesulitan.

Saya tak bisa meraih hasil baik, sementara Ducati ingin mendatangkan pembalap lain, dan saya harus mencari solusinya.

Padahal itu adalah momen yang baik dalam karier balap saya. Saya cepat, masih tajam, tapi karena beberapa alasan tertentu saya tak bisa meraih hasil yang baik,” kata Lorenzo dalam wawancara dengan The Race.

Begitu Lorenzo tahu Ducati tak lagi menginginkannya, ia langsung mencari jalan pulang ke Yamaha, ia berharap bisa kembali ke tim pabrikan, sayangnya tim utama Yamaha saat itu masih diperkuat Maverick Vinales dan Valentino Rossi.

Jadi, satu-satunya kesempatan di mata Lorenzo saat itu adalah Petronas Yamaha SRT, ketika kedua belah pihak berdiskusi, datangkan tawaran dari tim Repsol Honda, yang harus mencari menerus pembalap Spanyol lainnya, Dani Pedrosa.

“Kami bisa memilih untuk bergabung dengan Petronas Yamaha, dan kontraknya nyaris kami tanda tangani, hanya saja tiba-tiba datanglah peluang membela Honda dan saya tak bisa menolaknya.

Salah satu impian pembalap jelas setidaknya sekali pernah membela Honda,” kenang X-Fuera.

Dengan bergabungnya Lorenzo ke Repsol Honda, ia menjadi salah satu pembalap MotoGP dengan tiga pabrikan berbeda.

Sayangnya, ia gagal membawa kemenangan bersama Honda, malah ia terpaksa pensiun karena susahnya proses adaptasi dengan RC213V, yang diperburuk oleh cedera berkepanjangan.

“Awalnya saya punya peluang untuk melakukan apa yang tak pernah dilakukan pembalap lain dalam sejarah, yakni menang dengan tiga motor berbeda.

Tapi situasi tak berjalan mulus, mulai dari adanya cedera scaphoid dan motor 2019 sangat sulit ditaklukkan.

Baca: Aneh! Ini Pertama Kali Lorenzo Ingin Rossi Menang

Cedera juga berdampak sangat besar pada kondisi saya kala itu dan semuanya benar-benar menjadi berantakan,” seru Lorenzo. (DN/eV)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *