Semburan Gas Beracun Anak Krakatau Tak Mencapai Pemukiman



Jakarta – Sebagai bagian dari rupa bumi yang kaya materi, gunung api memiliki kandungan yang bersifat racun dan tidak. Tak terkecuali Anak Krakatau yang masih berstatus siaga.

Namun, masyarakat tak perlu khawatir menghadapi risiko semburan gas beracun. Sesuai pola evakuasi yang telah disiapkan, risiko kesehatan akibat gas dari Anak Krakatau seharusnya bisa diantisipasi.

“Gas beracun kemungkinan sudah teremisi di udara sebelum sampai pemukiman warga. Sebelumnya kita sudah menyarankan warga jangan berada dalam radius 5 kilometer dr puncak Anak Krakatau. Selain itu, jarak dari gunung ke pemukiman bisa sampai 50 kilometer,” kata Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika pada detikHealth, Jumat (28/12/2019).


Meski terbilang aman, Suantika menyarankan masyarakat tetap waspada menyikapi dampak erupsi Anak Krakatau. Salah satunya dengan selalu menggunakan masker. Penggunaan masker akan menekan risiko masuknya materi beracun ke dalam tubuh manusia.

Beberapa jenis beracun yang kerap ditemui saat erupsi adalah karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), dan hidrogen sulfida (H2S). Gas SO2 yang tidak berbau dan berwarna bisa menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan sistem pernapasan. Sedangkan H2S yang mirip bau telur busuk bisa menimbulkan pembengkakan paru.

(up/up)



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2018-12-28 11:00:42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *