Sudah Ada Lampu Hijau dari Pemerintah Austria, Penantian Akan Berakhir


JawaPos.com – Penantian panjang pencinta balap F1 segera berakhir. Dua balapan yang disiapkan di Austria telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah setempat. So, pembukaan musim di Red Bull Ring, Spielberg, pada 5 dan 12 Juli mendatang semakin mendekati kenyataan!

Ajang tersebut akan berlangsung tanpa penonton dan pembatasan kru balap. FIA (Federasi Otomotif Internasional) mengatakan, setiap tim dibatasi membawa maksimal 80 personel di setiap balapan. Penyelenggara GP Austria juga menyiapkan upaya preventif untuk mencegah infeksi Covid-19.

’’Pokoknya kami akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Misalnya mewajibkan tes reguler dan pemeriksaan kesehatan buat semua tim dan kru mereka,’’ jelas Menteri Kesehatan Austria Rudolf Anschober kepada Sky Sports.

Seperti halnya banyak ajang bergengsi di dunia, F1 berupaya kembali menggelar balapan musim ini di tengah pandemi Covid-19. Sebagian pembalap F1 sejauh ini memilih istirahat, sebagian yang lain memilih turun di ajang virtual race.

Tahun lalu, duel pembalap muda, jagoan Red Bull Max Verstappen dan Charles Leclerc (Ferrari), berlangsung ketat di Red Bull Ring. Meskipun tanpa balapan sepanjang tahun ini, Direktur Balap FIA Michael Masi menyebut hal itu tidak akan berdampak signifikan pada performa para pembalap F1.

’’Pada akhirnya, kami memiliki 20 pembalap terbaik di dunia. Mereka berada di F1 untuk sebuah alasan,’’ terangnya.

Di tengah persiapan akhir GP Austria, rencana menerapkan reverse grid race alias format balapan terbalik kembali mengemuka. Pembalap yang memimpin kompetisi memulai race dari grid belakang.

Opsi tersebut sebenarnya sudah disuarakan Direktur Pelaksana Motorsport F1 Ross Brawn sejak tahun lalu.

Rencananya, pekan ini ada pemungutan suara terkait langkah itu. Kesepakatan dari 10 tim peserta F1 diperlukan sebelum mencoba rencana tersebut. Bagi tim jagoan F1, Mercedes, Ferrari, ataupun Red Bull, rencana tersebut akan merugikan mereka.

Sebab, pembalap mereka yang kerap memimpin balapan harus memulai race dari posisi belakang ketika start.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »