Tak Punya Ranking Dunia, Masih 16 Tahun, Tapi Bisa Menyulitkan Senior


JawaPos.com-Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso mendulang kemenangan pertama pada laga Grup K Mola TV PBSI Home Tournament 2020.

Pada pertandingan di lapangan pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta Timur hari ini (15/7), mereka mengalahkan ganda putri junior Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose dalam rubber game dengan skor 21-16, 21-23, dan 21-15. Laga berakhir dalam tempo 1 jam.

Ini adalah pertandingan yang menarik dengan komposisi yang menarik. Mychelle sejatinya adalah pemain ganda campuran. Bersama Adnan Maulana, Mychelle berada di ranking 33 dunia.

Sementara itu, Apriyani adalah ganda putri papan atas dunia. Dia merupakan pasangan tetap Greysia Polii yang sekarang berada di ranking delapan dunia.

Pada turnamen internal ini, Greysia/Apriyani dipecah karena dianggap terlalu kuat. Oleh karena itu, pada akhirnya, Greysia/Mychelle menjadi unggulan keempat.

Di sisi lain, Meilysa/Rachel adalah ganda putri yang sangat muda. Kedua pemain ini masih berumur 16 tahun. Masih berada di level junior, Meilysa/Rachel belum memiliki ranking dunia.

“Memang masih nyari polanya. Masih mati-mati sendiri dan masih bingung,” kata Apriyani dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV. “Pada set kedua, tempo dipelanin. Jadi sempat hilang. Pada set ketiga harus cepetin dan nggak bisa lambat. Jadi, kami bisa ambil,” tambahnya.

Pada game pertama, Apriyani/Mychelle melaju dengan kondisi 19-16 dan menutup dalam posisi 21-16.

Di game kedua, pertandingan lebih menegangkan. Kondisi sempat sama kuat 16-16. Cegatan-cegatan Mychelle di depan, bikin skor menjauh menjadi 18-16, lalu 19-16. Namun, Meilysa/Rachel berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Bahkan, Meilysa/Rachel berbalik unggul dan mencapai game point dalam posisi 20-19. Gebukan Mychelle di depan, memaksa poin menjadi 20-20, membawa pertandingan menuju adu setting.

Servis Mychelle kembali membawa mereka unggul 21-20. Tetapi, Mychelle pula yang melakukan kesalahan dan membuat kondisi menjadi 21-21. Smes tajamnya menyangkut di net. Game kedua ini akhirnya diambil Meilysa/Rachel dengan skor 23-21 dalam tempo 21 menit.

Pada game ketiga, Apriyani/Mychelle bermain lebih nyaman. Mereka unggul dengan skor 4-2. Kondisi sempat sama kuat 5-5, dan 9-9. Namun setelah interval, Apriyani/Mychelle menjauh dalam posisi 14-9.

Cegatan-cegatan Mychelle di area depan, membuat mereka melesat, unggul lima angka dalam skor 15-10. Setelah itu, mereka melaju tak tertahankan untuk meraih kemenangan pembuka.

“Mereka nggak ada beban karena umur mereka lebih di bawah. Jadi mereka memang all out dan mainnya lepas. Ini membuat kami keteteran pada game kedua,” kata Mychelle.

Apriyani menambahkan, walau kali pertama berpasangan, mereka berusaha untuk saling percaya satu dengan yang lainnya. “Apalagi, Mychelle punya pengalaman juga di mixed. Komunikasi terus, di lapangan dan luar lapangan,” ucapnya.

“Berpasangan dengan pemain kidal seperti Mychelle awalnya bingung. Kalau bola di tengah bisa tabrakan. Tapi, kalau sudah main, kami bisa komunikasi siapa yang akan ambil. Penyesuaiannya di sana,” kata Apriyani.

Mychelle sepakat. Dia juga lebih banyak bingung karena terbiasa bermain di ganda campuran. “Lupa melulu,” katanya lalu tersenyum

Pada pertandingan selanjutnya, Apriyani/Mychelle akan menghadapi unggulan kelima Agatha Imanuela/Yulfira Barkah. Kalau menang, mereka akan lolos ke perempat final dengan status juara grup K.

Sementara itu, pada pertandingan pembuka sektor ganda putri, Greysia Polii/Febby Velencia Dwijayanti berhasil meraup kemenangan. Mereka mengalahkan ganda junior Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-10, 21-9.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »