Tantangan Sebenarnya Jonatan Christie Dimulai Hari Ini


JawaPos.com–Belum ada kejutan yang terjadi pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss, tadi malam. Tiga tunggal putra Indonesia mampu mengatasi lawan dengan straight game.

Dalam pertandingan di arena St Jakobshalle itu, Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Georges Julien Paul (Mauritius), Tommy Sugiarto menghabisi Niluka Kalunaratne (Sri Lanka), dan Jonatan Christie mengirim pulang Rajiv Ouseph asal Inggris.

Meski tampaknya menang mudah dan cepat, sejatinya penampilan mereka—terutama Jojo dan Ginting—tidak bersih-bersih amat. Mereka masih didera penyakit lama: banyak mati sendiri. Ginting terutama di game pertama, sedangkan Jojo di pertengahan game pertama, serta akhir game kedua.

Lihat saja point mereka. Ginting menang 21-15, 21-15 dalam 34 menit. Sedangkan Jojo malah hampir kehilangan match point. Untungnya, dia cepat mengembalikan fokus sehingga menang 21-15, 21-19. Padahal di atas kertas, melihat peringkat yang jauh di atas lawan-lawannya, mereka mestinya bisa menang lebih telak dan cepat.

”Rajiv pemain yang sangat powerful dalam menyerang. Sepanjang pertandingan tenaganya kuat sekali,” ungkap Jojo dalam siaran pers yang dikirim PP PBSI kepada Jawa Pos.

Ouseph memang punya semangat ganda di turnamen ini. Kejuaraan Dunia 2019 merupakan turnamen internasional terakhirnya. Pemain 32 tahun itu akan pensiun. “Saya kemarin dengar berita, ini mungkin jadi pertandingan terakhir Rajiv sebelum retired. Jadi saya kasih congrats sama dia atas perjalanan dia di bulu tangkis,” ungkap Jojo.

Nah, tantangan dia sesungguhnya baru dimulai di putaran kedua hari ini. Dia bakal bertemu dengan Heo Kwang-hee dari Korea. Peringkatnya memang jauh di bawah Jojo, yakni di posisi 46. Tapi pemain 24 itu semacam jiong buat Jojo. Pembawa sial.

Sejak peringkatnya masih di luar 50 besar, dia sudah bisa mengalahkan Jojo. Dari tiga pertemuan di masa lalu, belum pernah sekalipun Jojo menang.

Pertemuan terakhir terjadi di Thomas Cup tahun lalu. Jojo kalah 17-21, 19-21. Memang, hasil tersebut tidak bisa jadi patokan. Progres Jojo tahun ini luar biasa. Dia melesat meraih dua gelar dan runner-up Japan Open 2019. Secara taktik Jojo lebih matang dibandingkan tahun lalu. Dari segi konfidensi, harusnya, dia juga lebih kuat. Apalagi dia sudah masuk peringkat 4 dunia.

”Menurut saya, ini kompetisi terbesar di mana saya masuk top four. Saya harus fokus yang benar. Tidak boleh nervous. Kalau pikiran salah malah jadi bumerang,” tuturnya.

Di sisi lain, Ginting mengaku sengaja memanfaatkan laga tadi malam untuk adaptasi. ”Mumpung (level) lawan masih di bawah saya,” ucap dia dalam siaran pers yang dikirim PP PBSI. ”Kalau dari mainnya sih saya kurang puas. Masih ada beberapa feeling permainan yang belum pas. Tapi saya coba buat atasi juga,” papar pemain 22 tahun itu.

Di babak kedua hari ini, Ginting bakal menghadapi Toby Penty asal Inggris. Dia mengalahkan Raul Must asal Estonia dengan rubber game 10-21, 21-11, dan 21-15. Penty pernah dia hajar di Piala Sudirman lalu. Ginting mengaku menonton pertandingan itu untuk riset. ”Sama diingat lagi apa yang tadi masih belum enak di lapangan. Mungkin habis ini latihan stroke sedikit buat enakin,” tambah pemilik dua gelar BWF Tour itu.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *