Tentang Colok Dubur, Prosedur yang Disinggung Tompi di Twitter



Jakarta – Lini masa media sosial tengah diramaikan oleh satu istilah yang cukup menggelitik, yakni ‘colok dubur’. Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu ya, ini memang prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi kanker di usus besar.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Diperkirakan tiap 100.000 penduduk, ditemukan 1,8 kasus. Sebagian besar disebutkan sudah dalam stadium lanjut.

Colok dubur atau rectal examination merupakan salah satu cara deteksi dini pada jenis kanker ini. Diperkirakan sekitar 60 persen kanker kolorektal bisa terdeteksi dengan metode tersebut. Sederhana karena hanya menggunakan jari tangan.


“Kanker paling banyak ditemukan di perbatasan kolon (usus besar) dengan rektum (dubur). Jari tangan bisa menjangkau sedalam 7 cm,” kata dr Ibrahim Basir, SpB-KBD dari IKABDI (Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia) Jaya, dalam sebuah wawancara dengan detikHealth.
Kapan dilakukan? Dikutip dari cancer.net, ini adalah prosedur pemeriksaan rutin. Pasien yang mengalami perdarahan di rektum atau dubur, atau mengalami perubahan habit terkait buang air besar (BAB), mungkin perlu menjalani cek ini.

Istilah ‘colok dubur’ kembali ramai diperbincangkan setelah muncul dalam cuitan dr Teuku Adifitrian, SpBP atau lebih dikenal sebagai Tompi. Ia mengomentari pose sejumlah dokter dengan posisi jari yang dinilainya mirip posisi colok dubur.

“Jgn berburuk sangka. Bisa aja itu mrk kompakan posisi jari colok dubur,” tulis Tompi.

(up/ask)



Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2018-12-30 08:00:39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *