Terapkan SOP Bersih, Sehat, dan Aman


JawaPos.com – Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan ekonomi yang sangat besar akibat dari wabah Covid-19. Berbeda dari krisis Asia 1998 maupun krisis keuangan 2008, pandemi Covid-19 ini memberikan guncangan mendalam bagi UMKM.

Banyak toko dan warung kelontong yang pendapatannya turun akibat persepsi terhadap keraguan kebersihan dan higienitas tempat berbelanja. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Call Center Kemenkop UKM, terdapat 236.980 UMKM terdampak.

Permasalahan utama yang dihadapi adalah penjualan dan permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, dan sulitnya bahan baku. Pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33 persen.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, pemilik warung juga perlu menerapkan protokol Covid-19 untuk meyakinkan pembeli bahwa kebersihan produk warung terjaga dengan baik. “Salah satu solusi yang harus dilakukan oleh pemilik warung dalam memasuki kenormalan baru harus diawali dengan penerapan SOP yang yang bersih, sehat, dan aman,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara diskusi virtual, Senin (29/6).

Teten menuturkan, pemerintah sendiri telah mengumumkan lima skema untuk melindungi dan memulihkan UMKM pada saat pandemi Covid-19 ini. Di antaranya, pemberian bantuan sosial (bansos) untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak Covid-19.

Kemudian insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit, dan perluasan modal kerja baru. Terakhir, membangun sistem penyangga ekosistem UMKM melalui K/L, BUMN, dan pemerintah daerah.

Kemenkop UKM sendiri menggandeng UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB-UI) serta swasta untuk membantu UKM. Di antaranya yaitu PT Coca-Cola Indonesia, Coca-Cola Amatil Indonesia, serta QASA.

“Diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha toko atau warung di tanah air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” ucapnya.

Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia Lucia Karina berharap, pemilik warung tradisional menerapkan protokol kesehatan. Sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 dan perekonomian kembali pulih.

“Beberapa waktu lalu kami pun telah memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir kepada 50 ribu toko dan warung kelontong, saat ini kami pun sedang menyiapkan inisiatif lainnya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »