Tubuh Bukan Mesin, Ikuti Tips Dokter Atur Waktu Kerja dan Istirahat


JawaPos.com – Setiap orang memiliki semangat berbeda dalam bekerja. Beberapa juga memiliki totalitas dalam bekerja hingga larut malam atau lembur dan begadang. Terkadang kesehatan pun dinomorduakan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menilai saat ini jika menilik aturan ketenagakerjaan, pemerintah sudah membuat aturan bahwa waktu kerja 8 jam sehari, jika bekerja 5 hari kerja dan 7 jam jika bekerja 6 hari kerja. Pada kenyataannya orang akan bekerja lebih lama dari aturan yang ada.

“Memang mengenai jam kerja, kita sendiri yang harus bisa mengukurnya. Bagi seseorang memang rasanya 24 jam kerja tersebut kurang tetapi kita harus selalu ingat bahwa tubuh kita ini bukan mesin. Kita berusaha berada dalam kondisi kerja 8 jam untuk kerja berat, 8 kerja untuk bekerja ringan dan 8 kerja untuk istirahat,” tegas dr. Ari kepada JawaPos.com, Rabu (27/3).

Menurutnya, waktu tidur harus diusahakan optimal. Sebanyak 6 jam tidur di malam hari sudah cukup untuk membuat seseorang segar di pagi hari.

Di antara waktu bekerja, tidur terlelap sesaat pun kadang kala dibutuhkan untuk membuat tubuh merasa segar kembali. Suplemen termasuk kopi dapat digunakan untuk kesegaran.

“Kopi boleh juga, tetapi harus digunakan dengan bijaksana misalnya sebanyak-banyaknya hanya 3 cangkir sehari-semalam. Bahkan pada orang-orang tua karena masalah kesehatan yang tidak bisa mengosumsi kafein berlebihan jumlah kopi yang diminum 1 cangkir sehari sudah cukup,” ungkapnya.

Namun seberapa banyak dan canggih vitamin yang dikonsumsi untuk tubuh yang lelah, istirahat adalah obat paling manjur. Menurut dr. Ari, pemenang nobel kedokteran beberapa tahun lalu jatuh pada penemu jam biologis. Hal ini seperti mengingatkan kepada semua umat manusia bahwa keberadaan siang malam ini menandakan kepada kita ada waktu kerja dan ada waktu istirahat.

“Irama sirkardian tubuh juga sejalan dengan waktu siang dan malam,” ungkapnya.

Buruknya Efek Begadang

Menurut dr. Ari, ada hormon-hormon yang dilepaskan tubuh saat malam. Jika kondisi kita sedang bekerja tentu pengeluaran hormon ini tidak optimal. Ketika malam dijadikan waktu bekerja dan pagi juga tetap bekerja dan hanya beristirahat di waktu-waktu tertentu maka kita akan terpapar dengan berbagai kondisi penyakit.

“Tubuh akan stres dengan kondisi yang tidak teratur tersebut. Apalagi jika gaya hidup seseorang dengan waktu kerja yang tidak teratur tidak hidup sehat, misalnya merokok dan minum alkohol, mengonsumsi makan yang berlebih-lebihan dengan jumlah kalori yang tinggi yang tidak sesuai dengan yang seharusnya,” katanya.

Berbagai Penyakit yang Muncul

Infeksi akut yang berhubungan dengan daya tahan tubuh yang menurun misal infeksi saluran napas atas, infeksi saluran napas bawah, infeksi usus temasuk demam tifus, infeksi karena nyamuk seperti demam berdarah dengue serta infeksi hepatitis virus merupakan infeksi yang terjadi pada seseorang karena daya tubuh yang menurun.

Penyakit kronis lain yang terjadi karena faktor stress adalah kambuhnya penyakit kronis antara lain penyakit akibat asam lambung seperti GERD atau sakit lambung, sindrom usus sensitif, penyakit asma yang bolak balik kambuh, penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang kambuh karena stress atau sindrom kelelahan.

Penyakit kanker yang timbul pada seseorang walau terjadinya kanker tersebut multi faktor, ternyata stres mempunyai kontribusi untuk seseorang terkena kanker dan mengalami perburukan pada kankernya jika stressnya tidak bisa dikendalikan. Jika kondisi stres berkepanjangan bisa saja terjadi gangguan fisik yang berlangsung secara kronis yang disebabkan oleh faktor psikis ini selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik, gangguan kesehatan yang sering dialami karena seseorang stress.

Gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistem-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh serta sistem pertahanan tubuh. Berbagai kelainan organ yang terjadi dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kelainan organ tersebut.

Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stres antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung dan otot terasa kaku, banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, selain itu ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas. Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah serta diare.

Editor           : Deti Mega Purnamasari

Reporter      : Marieska Harya Virdhani





Link sumber berita

Penulis :

Tanggal posting : 2019-03-27 21:05:05

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »