Wajib Tahu, Penyakit Sifilis Bisa Ditularkan Bumil Pada Janinnya


JawaPos.com – Sifilis yang merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan bakteri Treponema Pallidum. Bahayanya, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ pada otak, sistem saraf serta jantung bahkan dapat mengancam jiwa.

Penting untuk dicatat, bahwa orang dengan HIV lebih rentan terhadap penularan sekaligus dapat menjadi penyebar sifilis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, sifilis dalam kehamilan adalah penyebab kedua terbanyak adanya stillbirth, prematuritas, berat lahir rendah, kematian neonatal, dan infeksi pada bayi baru lahir.

Oleh karena itu, jika memang merasakan gejala-gejala khas sifilis, seperti luka pada genital yang tidak sakit dan terdapat ruam di bagian tubuh, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Sayangnya, pengetahuan masyarakat terhadap penyakit sifilis sampai saat ini masih minim. Tentang siapa saja yang berisiko tertular hingga deteksi dini terhadap penyakit sifilis.

Padahal, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid, dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan, sifilis paling mudah menular kepada pasangan seksual dalam stadium primer dan sekunder.

“Perkiraannya, 3-10 persen tertular dalam satu kali hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi Sifilis. Masa inkubasinya berkisar 10-90 hari, namun umumnya 21 hari,” kata dr. Wresti.

Termasuk, sifilis bisa menular dari ibu hamil kepada bayi/janin saat dalam kandungan. Ini terjadi bakteri sifilis melewati jalan lahir yang terdapat lesi sifilis atau menular melalui darah atau produk darah yang tercemar.

Untuk itu, perlu meningkatkan awareness terhadap penyakit Sifilis. Sifilis merupakan penyakit sistemik yang gejalanya tergantung pada stadium penyakitnya. Jika tidak segera diobati, penyakit berkembang dalam stadium dengan gambaran klinis yang bervariasi dan tidak khas, kemudian bisa menjadi komplikasi serius.

“Jika diobati dini, komplikasi sedikit. Seseorang yang menderita penyakit sifilis dapat mempermudah tertular HIV, demikian juga sebaliknya,” jelas dr. Wresti.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *